Sebuah Kisah.

We can not please everyone. Sebuah ungkapan dimana kita tidak bisa menyenangkan semua orang. Ya memang, kita tidak mungkin bisa untuk menyenangkan semua orang. Pendapat A belum tentu menyenangkan si orang A, dan pendapat B bisa jadi menyenangkan si orang A. Analogi nya kita tidak akan pernah bisa membuat semua orang puas karena memang pada dasarnya tidak ada orang yang sempurna. Pasti ada satu pihak yang tersakiti jika kita melakukan suatu tindakan. Jadi bagaimana kita bisa membuat semua pihak tidak tersakiti. Menurut saya jawabannya tidak ada cara apapun. Mengapa? karena kita adalah individu - individu yang berbeda. Kita sebagai manusia diberikan akal pikiran yang tentu berbeda satu dengan yang lain. Dan kita memiliki Ego.

Alkisah, ada sepasang suami istri yang kerap bertengkar. Setiap hari mereka bertengkar. Diketahui bahwa masing-masing pihak memiliki pandangannya masing-masing. Bahtera rumah tangga mereka bak kapal yang hampir karam. Puluhan tahun mereka menikah tidak membuat keadaan semakin membaik. Kerap kali mereka bertengkar hanya karena hal sepele. Si suami menginginkan A, sedangkan si istri menginginkan B. Jika seperti ini kapan mereka bertemu. Memang kita dituntut untuk dapat sepaham, se-visi , dan se- misi dengan pasangan kita. Namun ada kalanya ego di dalam diri menjadi pihak yang menang, dan tak jarang pasangan-pasangan suami istri menyerah dan akhirnya memutuskan untuk pisah. Ego yang memang dimiliki oleh setiap manusia memang terkadang menghantui hidup manusia. Tak jarang manusia dikendalikan ego nya sendiri. Jika sudah seperti ini, makan hidup akan hancur. Karena dengan mengandalkan ego yang memang merupak hal yang dimiliki setiap manusia kita menjadi manusia-manusia yang tidak memiliki simpati dan empati. Oleh sebab itu, Tuhan memberikan kita hikmat dan kebijaksanaan untuk mengendalikam ego yang dalam tanda kutip jahat. Bukan sepenuhnya jahat tapi memang terkadang ego inilah yang cenderung mengendalikan kehidupan manusia. Kembali ke kisah sepasang suami istri diatas. Akhirnya, dengan mengandalkan ego, rumah tangga mereka seperti di neraka. Mungkin yang dapat dilakukan hanyalah saling mengerti satu sama lain. 


 KS

Comments

Popular posts from this blog

Vendors Pernikahanku.

Titipan.